PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menguatkan literasi keuangan masyarakat melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dalam rangkaian program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. 

Salah satu fokus utama adalah memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan transaksi secara bijak selama Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa melalui pilar Paham Rupiah, masyarakat diajak memahami pentingnya bertransaksi secara bijak guna menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di daerah.

Dalam edukasi tersebut, Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli barang secara berlebihan. Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan merencanakan pengeluaran Ramadan secara proporsional agar tidak menimbulkan tekanan inflasi di daerah.

“Melalui pemahaman ini diharapkan masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Yuliansah, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan, penguatan CBP Rupiah yang dilakukan secara menyeluruh merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat tidak hanya memperoleh layanan uang tunai yang memadai, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang kuat.

"Dengan literasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengenali uang asli, menjaga kualitas Rupiah, bertransaksi secara bijak, serta menukarkan uang di saluran resmi yang aman. Hal ini juga menjadi langkah penting untuk mencegah potensi peredaran uang palsu di masyarakat," harapnya.

Yuliansah menegaskan, upaya ini menjadi fondasi penting dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus memastikan momentum Ramadan dan Idulfitri di Kalimantan Tengah berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat. (MARINI/j)