BORNEONEWS, Palangka Raya – Keberanian komplotan spesialis pecah kaca di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Kali ini, para pelaku nekat melancarkan aksinya di kawasan vital, tepatnya di Jalan D.I. Panjaitan, area belakang Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kalimantan Tengah, pada Kamis 12 Maret 2026 sekitar pukul 13.50 WIB.
Insiden ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di pusat perkantoran pemerintahan pada saat aktivitas warga sedang tinggi-tingginya. Kejadian ini tercatat sebagai aksi ketiga dalam sepekan terakhir dengan pola serupa: menyasar kendaraan yang terparkir di area publik padat aktivitas.
Merespons laporan tersebut, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, dan Polsek Pahandut segera terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif.
Proses identifikasi awal dipimpin langsung oleh Pamapta II Polresta Palangka Raya, Ipda Rakhmad Razib, bersama Kanit Jatanras, Iptu Helmi Hamdani. Petugas melakukan penyisiran bukti fisik dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.
"Kami sedang mengumpulkan seluruh bukti dan mendalami pola yang digunakan pelaku. Tim gabungan sudah bergerak untuk memetakan jalur pelarian melalui rekaman CCTV di titik-titik krusial," tegas Ipda Rakhmat Razib
Rentetan aksi yang terjadi secara beruntun memicu spekulasi adanya jaringan profesional yang sengaja menyasar wilayah Palangka Raya. Keberanian pelaku beroperasi di ring satu pemerintahan menunjukkan adanya dugaan pemantauan matang terhadap celah pengawasan petugas di lapangan.
Situasi ini menimbulkan kecemasan di masyarakat, terutama bagi mereka yang sering memarkirkan kendaraan di area terbuka tanpa penjagaan khusus.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada. Warga diminta untuk Tidak meninggalkan barang berharga seperti laptop, tas, atau uang tunai di dalam kabin mobil.
Meningkatkan kewaspadaan meski kendaraan hanya ditinggal dalam waktu singkat, memilih lokasi parkir yang terpantau CCTV atau memiliki penjagaan resmi.
"Saat ini, kepolisian berkomitmen untuk melakukan perburuan intensif dan menindak tegas para pelaku demi menjaga kondusifitas keamanan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/H)









