BORNEONEWS, Tamiang Layang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barito Timur menggelar Sosialisasi Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 di Aula Bapenda, Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan berbagai inovasi yang dirancang CPNS untuk mendorong peningkatan kinerja organisasi serta optimalisasi pelayanan publik di lingkungan Bapenda.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri Kepala Bapenda Barito Timur Suma Wara Maharati, didampingi Sekretaris Bapenda Roosmey Indriani, Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lainnya Warto, Kepala Bidang Pajak Debora Iriani Uma, serta Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan Lian Sisan, yang juga bertindak sebagai mentor. Selain itu, kegiatan turut dihadiri para pejabat eselon IV serta seluruh staf Bapenda.
Dalam sambutannya, Suma Wara Maharati menegaskan bahwa proyek aktualisasi Latsar CPNS tidak sekadar menjadi kewajiban administratif dalam proses pembentukan aparatur negara, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan gagasan inovatif yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami berharap inovasi yang dipresentasikan para CPNS ini tidak hanya berhenti pada tahap konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak tujuh peserta CPNS memaparkan inovasi yang mereka kembangkan selama masa habituasi. Rochmat Romadhoni, memperkenalkan sistem digitalisasi pengarsipan berkas persyaratan pelayanan pajak daerah untuk mempercepat proses administrasi sekaligus memudahkan pencarian dokumen secara efisien.
Sementara itu, Prima Pilako Hary mempresentasikan inovasi PORA (Peningkatan Monitoring Dokumen Perencanaan) melalui pemanfaatan Kertas Kerja Penilaian Mandiri (KKPM) yang lebih terstandar. Firiska Deliyati, menghadirkan sistem LENTERA berupa laporan realisasi penerimaan daerah terintegrasi guna meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Inovasi lain juga dipaparkan oleh Benny Santoso, melalui PADADIREN 2.0 (Pangkalan Data Digital Perencanaan) yang dirancang sebagai sistem tersentralisasi untuk mempermudah akses data perencanaan. Khusnul Laeli memperkenalkan CLICK (Control Link–Informasi Laporan Kinerja), yakni dashboard monitoring digital yang membantu integrasi data perencanaan dalam penyusunan laporan kinerja.
Selain itu, Rizky Amelia menghadirkan inovasi Di-Kode (Digitalisasi Dokumentasi via Cloud dan QR Code) untuk memodernisasi sistem penyimpanan dokumen bukti dukung, sedangkan B. Angga Hiripratama, memaparkan DINUNG PIPAKATAN berupa dashboard interaktif yang memetakan penerimaan pajak dan retribusi berdasarkan kanal pembayaran.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dinamis dan interaktif. Para pejabat serta staf Bapenda memberikan apresiasi sekaligus masukan konstruktif terhadap setiap inovasi yang dipaparkan, mulai dari aspek integrasi sistem hingga strategi mitigasi terhadap potensi kendala dalam implementasi.
Melalui forum ini, Bapenda Barito Timur berharap berbagai inovasi digital dan sistem standarisasi yang digagas para CPNS dapat segera diimplementasikan secara bertahap. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat tata kelola administrasi, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pendapatan daerah. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









