PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ustadz Encep Sehabudin mengisi ceramah dalam acara buka puasa bersama keluarga besar H. Abdul Rasyid AS di kediamannya di Jalan Hasanudin, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Forkopimda Kotawaringin Barat (Kobar), perwakilan Polda Kalimantan Tengah, Korem 102 Panju Panjung Sampit, Kabinda Kalteng, Kejaksaan Tinggi, hingga sejumlah instansi dari Palangka Raya, Lamandau, Sukamara, Pulang Pisau, Muara Teweh, Seruyan serta kalangan perbankan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Encep yang dikenal sebagai pendakwah di berbagai program religi televisi itu menyampaikan tentang keistimewaan bulan Ramadan yang penuh keberkahan dan kemuliaan.

Ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa karena doa-doa umat Islam lebih mudah diijabah oleh Allah SWT.

“Bulan Ramadan ini bulan yang mulia dan agung. Doa-doa di bulan ini sangat mudah diijabah, bahkan saat berbuka puasa dan sahur itu juga menjadi ibadah yang mendatangkan berkah,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga selama menjalani ibadah puasa.

Menurutnya, setiap keluarga pasti memiliki ujian dan cobaan, sehingga diperlukan kesabaran serta saling memahami antara pasangan.

“Rumah tangga itu pasti ada cobaan dan ujian. Kalau ada kekurangan pada pasangan, jangan sedikit-sedikit langsung update status di media sosial,” pesannya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak menjalani Ramadan secara biasa-biasa saja, karena pahala ibadah di bulan tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT.

“Satu kebaikan sunnah saja di bulan Ramadan pahalanya luar biasa. Jadi jangan menghadapi Ramadan ini biasa saja,” katanya.

Ustadz Encep turut mendorong umat Islam untuk memperbanyak membaca Alquran selama Ramadan, bahkan menargetkan setidaknya bisa khatam sekali selama sebulan.

Dia juga mengingatkan khususnya kepada para ibu agar menjaga lisan dan menghindari perbuatan ghibah, iri hati, maupun adu domba yang dapat mengurangi pahala puasa.

“Jangan sampai kita berpuasa, tapi tidak mendapat pahala karena mulut kita tidak bisa menjaga lisan, suka ghibah, iri dengki, atau mengadu domba,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa orang yang paling berbahagia pada hari itu adalah H. Abdul Rasyid AS karena mampu mengundang ribuan orang untuk berbuka puasa bersama.

“Hari ini orang yang paling berbahagia adalah Pak H. Abdul Rasyid AS, karena bisa mengundang ribuan orang berbuka puasa. Pahalanya luar biasa, setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan pendidikan bagi keluarga, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai ibadah kepada anak-anak.

Menurutnya, momen berbuka puasa bersama dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan adab serta nilai-nilai keagamaan kepada anak.

“Ramadan ini bulan pendidikan. Jadikan momen ini untuk mendidik anak-anak, ajarkan adab dan nilai ibadah kepada mereka,” tutupnya. (DANANG/R)