PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palangka Raya melaksanakan panen perdana budidaya lele sistem bioflok.

Panen periode pertama budidaya lele bioflok tersebut cukup menjanjikan dengan hasil panen sekitar 1,5 ton sampai 1.6 ton.

Inovasi budidaya mendapat apresiasi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, yang menilai inovasi tersebut dapat mendukung kemandirian pangan di lingkungan lapas.

“Selain untuk kemandirian pangan warga binaan, lebihan panennya bisa dijual keluar dan memberikan manfaat bagi lapas dan warga binaan,” kata Putu di Palangka Raya, Kamis sore, 12 Maret 2026.

Menurutnya, pelaksanaan budidaya lele juga menjadi sarana pendidikan dan pemberian keterampilan bagi warga binaan.

Dengan keterampilan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki kemampuan berternak ataupun kewirausahaan setelah selesai menjalani masa pembinaan di lapas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Palangka Raya, Hisan Wibowo, menyampaikan pada periode pertama budidaya lele bioflok tersebut dapat dipanen sekitar 1,5 ton.

Ia menjelaskan, hasil panen tersebut dihitung dengan asumsi satu kilogram berisi sekitar tujuh ekor lele.

Hisan menyampaikan pihaknya juga menjadikan penyuluh perikanan sebagai tempat berdiskusi dalam pengembangan budidaya lele di lapas.

“Ini pertama terima kasih penyuluhnya tempat kami diskusi. Di periode berikutnya kami targetkan bisa produksi sampai 3 ton,” ujarnya.

Dalam pengelolaan budidaya, Lapas Palangka Raya juga berupaya menekan biaya operasional dengan memanfaatkan pakan alternatif.

Selain menggunakan pakan pabrikan, pihak lapas memanfaatkan pakan dari tanaman paku air azolla dan lemna yang dinilai cukup membantu mengurangi biaya operasional.

Lapas juga mengupayakan penggunaan maggot yang memiliki kandungan protein tinggi sebagai pakan tambahan.

Menurut Hisan, penggunaan maggot juga dapat membantu menghemat sampah hingga sekitar 70 persen sehingga sekaligus mendukung pengurangan limbah.

Dalam kesempatan tersebut, pihak lapas juga menyampaikan apresiasi atas peran penyuluh perikanan yang memberikan arahan dalam pelaksanaan budidaya lele bioflok.

Apresiasi juga disampaikan atas sumbangsih Bambang Purwanto yang turut memberikan dukungan terhadap budidaya. (HERMAWAN DP/j)