BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 538 personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 923/Mentaya telah masuk dan mulai bertugas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kehadiran satuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
"Yonif Teritorial Pembangunan itu sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Targetnya satu kabupaten memiliki satu batalyon infanteri teritorial pembangunan," kata Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Jumat, 13 Maret 2026.
Kedatangan Yon TP/923 Mentaya disambut oleh Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Kotim Irawati, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain dan lainnya di Gedung Expo Sampit yang akan menjadi markas sementara.
Ia menjelaskan, satuan tersebut tidak hanya memiliki fungsi pertahanan negara, tetapi juga mendukung pembangunan di daerah, termasuk sektor ketahanan pangan.
"Tugasnya itu melaksanakan pertahanan negara, tapi juga untuk melaksanakan ketahanan pangan," ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, batalyon ini dilengkapi sejumlah kompi tambahan diantaranya kompi pertanian, peternakan, konstruksi dan kesehatan. Sehingga diharapkan mampu membantu percepatan pembangunan di daerah.
Lanjutnya, keberadaan Yon TP juga didukung dengan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan pembangunan.
"Karena alutsista yang didukung ke Yonif Teritorial Pembangunan itu dilengkapi dengan alat dan sarana prasarana yang memadai Untuk terjadinya percepatan pembangunan di daerah," tambahnya.
Selain itu, keberadaan batalyon ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana apabila sewaktu-waktu terjadi.
"Termasuk apabila terjadi bencana, walaupun kita berharap tidak terjadi di Kotim, keberadaan Yonif Teritorial Pembangunan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam," bebernya.
Ia menambahkan, keberadaan satuan tersebut juga akan berperan dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di berbagai sektor.
"Dengan adanya Yonif Teritorial Pembangunan itu diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kotim," ucapnya.
Saat ini, jumlah personel yang telah masuk mencapai 538 orang dengan Komandan Yon TP/923 Mentaya Mayor Infanteri Hengky Saputra. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai jumlah ideal.
"Harapannya sesuai TOP atau jumlah idealnya sekitar 1.037 personel. Kemungkinan nanti akan bertambah lagi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









