BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan peran museum sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus sebagai pusat budaya, edukasi, dan berbagai aktivitas kebudayaan.
"Museum harus diposisikan sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan yang hidup dan aktif di tengah masyarakat," kata Menbud saat meresmikan penataan lingkungan Museum Adityawarman di Kota Padang, Sumatera Barat dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Peresmian tersebut ditandai dengan rampungnya pembangunan pagar yang terintegrasi dengan kawasan museum untuk mendukung fungsi ruang publik yang lebih tertata dan nyaman.
“Ini bagian dari program untuk menjadikan museum sebagai ekosistem yang nyaman, pusat budaya dan edukasi, dan berbagai kegiatan yang dapat diselenggarakan di museum,” kata Fadli.
Menurut dia, dukungan terhadap Museum Adityawarman juga diberikan melalui Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kebudayaan untuk kegiatan nonfisik seperti pameran, pertunjukan budaya, dan program aktivasi museum.
Fadli mengatakan penataan kawasan museum sejalan dengan gerakan nasional ASRI atau Aman, Sehat, Resik, Indah yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan ruang publik yang tertata dan aman.
Ia menekankan peningkatan standar pengelolaan museum secara profesional, mulai dari penguatan alur cerita pameran, tata pamer, pencahayaan, pemilihan material, tipografi, penggunaan bahasa, hingga pemanfaatan teknologi digital agar pengalaman pengunjung lebih interaktif.
Museum Adityawarman saat ini menyimpan lebih dari 6.000 koleksi yang mencakup etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, dan seni rupa tradisional. Koleksi tersebut menampilkan warisan budaya Minangkabau seperti pakaian adat, alat musik, peralatan rumah tangga, hingga senjata tradisional.
Selain penyimpanan koleksi, museum juga menyelenggarakan pameran tematik, lokakarya seni tradisional, serta pertunjukan musik dan tari untuk mendukung pelestarian budaya daerah.
Pada kesempatan itu, Fadli juga menyerahkan bantuan berupa seperangkat alat salat kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang.
Peresmian turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Syaiful Bahri.
ANTARA









