PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Arus mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat mulai mengalami peningkatan sejak 13 Maret 2026.

Tercatat jumlah penumpang mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kumai, Nuriman Setia, mengatakan kenaikan tersebut mencapai lebih dari 1.000 penumpang. Ia menyampaikan hal itu saat melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas penumpang di pelabuhan, Sabtu, 14 Maret 2026.

Nuriman menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan terus terjadi hingga puncak arus mudik.

Secara keseluruhan, jumlah pemudik yang akan berangkat melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai tahun ini selama periode mudik lebaran, diprediksi mencapai sekitar 30 ribu orang.

“Untuk saat ini ada kenaikan sekitar 5 persen atau lebih dari 1.000 penumpang. Kemungkinan total pemudik melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai kurang lebih mencapai 30 ribu orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk melayani arus mudik tahun ini telah disiapkan sebanyak 10 armada kapal dari berbagai operator pelayaran.

Menurutnya, tujuan terbanyak para pemudik dari Kumai adalah menuju Kota Semarang. Sementara puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada hari ini dan besok.

“Melihat kapasitas kapal, kami optimis 30 ribu penumpang bisa terangkut. Salah satunya kapal Pelni yang sekali berangkat mampu mengangkut sekitar 1.400 penumpang,” jelasnya.

Guna memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik, pihak KSOP bersama instansi terkait telah mengoperasikan Posko Terpadu di area pelabuhan.

Selain itu, sejumlah fasilitas di terminal penumpang juga telah dilakukan perbaikan dan penambahan, guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.

“Kami juga melakukan pembenahan fasilitas terminal seperti pemasangan AC serta menyediakan tempat bermain anak agar penumpang lebih nyaman saat menunggu keberangkatan,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengantisipasi potensi penumpukan penumpang dan praktik penipuan tiket oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Nuriman mengungkapkan, selama ini masih ditemukan modus penipuan oleh oknum travel yang menawarkan keberangkatan tanpa memastikan ketersediaan tiket.

“Biasanya mereka mengatakan berangkat saja dulu ke pelabuhan nanti pasti dapat tiket. Padahal sistem pembelian tiket sekarang sudah online atau melalui travel resmi,” tegasnya.

Akibat praktik tersebut, tidak sedikit calon penumpang yang akhirnya datang ke pelabuhan tanpa tiket dan kesulitan untuk berangkat.

“Karena ulah oknum tersebut, akhirnya kasihan calon penumpang yang sudah datang jauh-jauh ke pelabuhan tetapi tidak memiliki tiket,” lanjutnya.

Untuk mengatasi hal itu, KSOP Kumai juga melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan operator telekomunikasi dan per bankkan guna memudahkan masyarakat, terutama pekerja perkebunan, dalam mengakses pembelian tiket secara daring.

“Kami juga berkoordinasi dengan operator seperti Telkomsel agar akses internet lebih mudah, sehingga para pekerja kebun juga bisa membeli tiket secara online,” tutupnya.

Meski volume penumpang meningkat pesat, ia memastikan seluruh kegiatan embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan) berjalan sangat aman dan lancar. (DANANG/R)