BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026.
"Saya berharap operasi yang digelar menjelang hingga akhir perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah ini dapat menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan mudik serta arus balik masyarakat, baik melalui jalur udara, darat, maupun air," katanya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Operasi Ketupat Telabang 2026 secara resmi telah dimulai di berbagai wilayah Kalteng, salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Timur pada 13 Maret 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga 25 Maret 2026, dengan kemungkinan perluasan durasi sesuai kondisi lapangan.
Pemprov Kalteng memperkirakan sekitar 300 ribu masyarakat akan melakukan perjalanan selama periode mudik dan arus balik tahun ini, dengan moda transportasi udara menjadi pilihan utama.
Pemerintah juga telah melakukan berbagai persiapan, seperti penambahan extra flight rute Palangka Raya-Jakarta oleh Batik Air dan pembukaan rute baru oleh Wings Air dari Bandara Tjilik Riwut untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Untuk jalur air yang menjadi salah satu akses penting di wilayah Kalimantan, pihak berwenang juga fokus pada pengawasan keamanan pelayaran, pemeriksaan kondisi kapal, serta pengaturan arus lalu lintas perahu untuk mencegah terjadinya insiden.
Kolaborasi antara kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan melalui jalur ini.
Junaidi menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Telabang 2026 tidak hanya bergantung pada kinerja aparat, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga ketertiban.
"Saya berharap seluruh komponen masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan perjalanan mudik dan arus balik yang aman, lancar, serta menyenangkan bagi semua pihak," pungkasnya. (PATHUR/R)









