BORNEONEWS, Sampit - Komisi III DPRD Kotawaringin Timur mendukung rencana Bupati Kotim, Supian Hadi yang ingin mengangkat guru kontrak untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terutama di wilayah pelosok. Bagaimanapun keberhasilan dunia pendidikan di Kotim tidak terlepas dari terpenuhinya pemerataan guru.
“Tentu kami mendukung keinginan pemkab untuk mengangkat guru kontrak. Hal itu juga sudah lama kami suarakan sebagai salah satu solusi mengatasi kekurangan guru di daerah ini,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Hero Harapanno Mandouw, di Sampit, Jumat (23/12/2016).
Politisi Partai Demokrat itu menyarankan sebelum dilakukan pengangkatan guru kontak, instansi terkait dalam hal ini dinas pendidikan perlu melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan riil guru di daerah. Sehingga saat nantinya dilakukan rekrutmen, formasi yang disiapkan juga sudah mencantumkan tempat penugasan guru.
“Ini penting agar mereka yang nantinya ikut mendaftar sudah mengetahui jelas dan siap untuk ditempatkan ketika dinyatakan lulus,” ujar Hero.
Selain itu, pemkab perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait boleh tidaknya mengangkat guru kontrak. Jangan sampai niat untuk pemerataan guru hanya menjadi keinginan pemkab tetapi tidak mendapat persetujuan pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan pihaknya saat ini sedang mengkaji regulasi terkait rekrutmen guru kontrak. Sebab, kenyataannya daerah ini kekurangan tenaga guru, sedangkan rekrutmen PNS untuk formasi guru belum ada kejelasan.
“Jika aturan membolehkan pemkab akan membuka rekrutmen bagi sarjana untuk menjadi guru kontrak di sekolah-sekolah yang membutuhkan,” kata dia. (M. RIFQI/N).








