PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas utama dalam indikator makro pembangunan tahun 2027.

Selain mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menargetkan agar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dapat ditekan hingga menyentuh angka 4,56 persen.

"Target ini menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal," katanya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Penurunan angka pengangguran ini dipandang sebagai konsekuensi logis dari rencana akselerasi infrastruktur yang sedang digalakkan.

Fairid menjelaskan bahwa pembangunan fisik yang masif, mulai dari perbaikan drainase hingga pengembangan sarana publik, bukan hanya soal estetika kota, melainkan juga mesin pencipta lapangan kerja baru bagi warga.

Dengan banyaknya proyek pembangunan, sektor konstruksi dan jasa pendukungnya diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

"Indikator makro kita untuk tahun 2027 salah satunya adalah menjaga Tingkat Pengangguran Terbuka di angka 4,56 persen. Ini adalah target yang realistis jika kita mampu menjaga ritme pembangunan infrastruktur dan mendukung iklim usaha yang kondusif bagi para investor," ujarnya.

Dia menggarisbawahi bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi kunci agar angka 4,56 persen tersebut dapat tercapai.

Pemerintah Kota berkomitmen untuk memperkuat program pelatihan kerja dan sertifikasi keahlian agar warga tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi kota, tetapi juga menjadi pemain utama yang kompetitif di berbagai sektor industri.

"Kita ingin pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif. Artinya, peluang kerja harus terbuka lebar bagi anak-anak muda kita. Dengan pengangguran yang terkendali di angka 4,56 persen, kita bisa memastikan stabilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan keluarga tetap terjaga," pungkasnya. (HENDRI/R)