BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Olahraga, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris mengimbau seluruh pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh jelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Imbauan ini berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 500.13/0492/DPKKO-Par/III/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata di Destinasi Wisata Kota Palangka Raya pada masa liburan tersebut.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata untuk menerapkan secara ketat Standar Operasional Prosedur (SOP) serta standar keselamatan wisata," ujar Iin Hendrayati Idris, Sabtu, 14 Maret 2026.
Pihaknya juga menekankan pentingnya menyediakan fasilitas pendukung yang memadai, seperti area parkir yang cukup, tempat sampah yang terjangkau, serta informasi wisata yang jelas dan mudah diakses oleh pengunjung.
Perhatian khusus juga diberikan kepada daya dukung dan daya tampung destinasi wisata. Iin menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu melakukan evaluasi dan pengaturan untuk menghindari kepadatan pengunjung yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan.
"Kita harus memastikan bahwa setiap destinasi dapat menerima pengunjung dengan kapasitas yang aman, sehingga pengalaman wisatawan tetap baik dan risiko insiden dapat diminimalkan," tambahnya.
Selain persiapan fasilitas, pelaku usaha dan penanggung jawab kegiatan wisata juga diminta untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di lingkungan destinasi wisata.
Hal ini mencakup pemeriksaan kelayakan operasional wahana secara berkala serta melakukan perawatan rutin terhadap seluruh fasilitas usaha.
Iin menambahkan bahwa mitigasi bencana alam maupun non-alam juga harus menjadi perhatian utama, termasuk antisipasi cuaca ekstrem dengan berkoordinasi erat dengan pihak terkait.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, seluruh pelaku usaha pariwisata diwajibkan menerapkan konsep Sapta Pesona yang mencakup aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.
Selain itu, penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) juga harus menjadi prioritas untuk memastikan lingkungan usaha wisata memenuhi syarat kesehatan dan keamanan yang sesuai.
"Penerapan standar ini bukan hanya untuk kepuasan wisatawan, tetapi juga untuk menjaga citra positif destinasi wisata Palangka Raya," jelas Iin.
Sebagai dukungan terhadap perekonomian lokal, pelaku usaha wisata juga diharapkan tidak melakukan kenaikan harga di atas tarif normal yang berlaku selama masa liburan.
Selain itu, pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat dalam rangka rantai pasok, sehingga manfaat dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
"Kita berharap libur Idulfitri tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (PATHUR)/R









