BORNEONEWS, Jakarta – Pemerintah Bahrain menegaskan pentingnya penghentian segera serangan terhadap negara-negara kawasan Teluk guna mencegah eskalasi konflik dan memulihkan stabilitas keamanan regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahrain selaku ketua sesi Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta dalam kegiatan buka puasa bersama insan pers Indonesia, Jumat malam, 13 Maret 2026.
Dalam pernyataan itu, Bahrain menilai penghentian serangan merupakan langkah penting untuk mengembalikan stabilitas kawasan sekaligus mencegah konflik yang lebih luas.
“Kami menegaskan kembali perlunya penghentian segera serangan-serangan ini sebagai langkah penting untuk memulihkan keamanan dan mencegah eskalasi situasi lebih lanjut,” demikian pernyataan Kedutaan Bahrain.
Selain itu, Bahrain juga menekankan pentingnya menjaga keamanan wilayah udara dan jalur maritim di kawasan. Upaya tersebut dinilai krusial untuk melindungi jalur perdagangan internasional, menjaga rantai pasok global, serta memastikan stabilitas pasar energi dunia.
Menurut Bahrain, stabilitas kawasan Teluk Arab bukan hanya menjadi kepentingan regional, tetapi juga memiliki peran penting terhadap kestabilan ekonomi global dan keamanan pelayaran internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Bahrain turut mengapresiasi sikap Indonesia yang menyerukan kepada Iran agar menghentikan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
“Kami menghargai suara Indonesia di komunitas internasional yang mendorong moderasi, dialog, serta penghormatan terhadap kedaulatan,” lanjut pernyataan tersebut.
Bahrain juga mengajak komunitas internasional untuk mengecam berbagai bentuk agresi yang dapat memicu konflik baru di kawasan Teluk. Langkah tegas dinilai penting untuk mencegah serangan serupa terulang kembali.
Serangan tersebut, menurut Bahrain, berpotensi membahayakan keselamatan warga sipil serta menimbulkan risiko serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun global.
Di sisi lain, negara-negara Teluk tetap mendorong penyelesaian berbagai persoalan dengan Iran melalui jalur dialog dan negosiasi.
Bahrain menegaskan diplomasi merupakan satu-satunya cara untuk meredakan krisis sekaligus menjaga stabilitas keamanan kawasan.
“Eskalasi konflik hanya akan memperburuk situasi dan membawa kawasan ke arah yang berbahaya dengan konsekuensi besar bagi perdamaian dan keamanan internasional,” demikian pernyataan tersebut.
ANTARA









