SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang meningkatnya arus mudik Lebaran, para sopir dan kernet bus yang berada di Terminal Patih Rumbih Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine narkoba.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan para pengemudi angkutan umum dalam kondisi sehat dan tidak terpengaruh narkoba sebelum mengantarkan penumpang ke berbagai daerah tujuan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kotim yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kotim. 

"Sopir dan kernet bus juga kita lakukan pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan tes urine narkoba dari Badan Narkotika Kabupaten," kata Wakil Bupati Kotim Irawati saat meninjau posko arus mudik di Terminal Patih Rumbih, Jumat, 13 Maret 2026.

Pemeriksaan dilaksanakan langsung di area Terminal Patih Rumbih dengan menyasar sopir dan kernet bus yang sedang menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Petugas kesehatan melakukan sejumlah pengecekan kondisi fisik, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah hingga pemeriksaan kesehatan umum lainnya untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi prima.

Sementara itu, petugas dari BNNK Kotim melakukan tes urine guna memastikan para sopir dan kernet tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Irawati menjelaskan, dari hasil pemeriksaan pada hari pertama kegiatan tersebut, seluruh sopir dan kernet yang diperiksa dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba.

"Untuk malam ini merupakan hari pertama pelaksanaannya. Tadi untuk hasil sementara seluruh sopir dan kernet dinyatakan sehat dan negatif narkoba," katanya.

Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, khususnya bus, saat melakukan perjalanan mudik Lebaran.

"Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga kita yang menggunakan transportasi umum yaitu bus, untuk melakukan mudik Lebaran," terangnya.

Salah seorang penumpang bus, Vivi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa lebih tenang saat mengetahui sopir dan kernet yang mengemudikan bus telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes narkoba.

"Saya sih berharapnya kegiatan seperti ini bisa sering-sering diadakan. Ya pastinya khwatir juga kalau bus yang saya tumpangi dikendarai oleh sopir dalam kondisibtidak sehat, apalagi kalau pake narkoba," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)