JAKARTA –

BORNEONEWS, Tokyo – Militer Amerika Serikat dilaporkan mulai memindahkan sejumlah kekuatan militernya dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Israel dan Iran.

Media AS melaporkan sedikitnya satu kapal serbu amfibi dan lebih dari 2.000 personel marinir yang sebelumnya ditempatkan di Jepang akan dikerahkan ke kawasan tersebut.

Menurut laporan Fox News, kapal serbu amfibi USS Tripoli yang berpangkalan di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang, diperkirakan tiba di Timur Tengah dalam waktu satu hingga dua minggu.

Kapal tersebut bersama dua kapal perang lainnya merupakan bagian dari kelompok Amphibious Ready Group yang mendukung operasi pasukan marinir Amerika.

Seiring konflik yang telah memasuki pekan ketiga, pemerintahan Presiden Donald Trump juga mengerahkan 31st Marine Expeditionary Unit yang berbasis di Okinawa menuju wilayah Timur Tengah.

Langkah tersebut secara otomatis mengurangi jumlah kekuatan militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Pengerahan itu juga terjadi ketika Iran meningkatkan aktivitas militernya di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.

Laporan dari The Washington Post serta sejumlah media Korea Selatan sebelumnya juga menyebutkan bahwa militer AS berencana memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah. Sistem tersebut sebelumnya difokuskan untuk menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara.

Selain kapal USS Tripoli yang dilengkapi jet tempur F-35 Lightning II, satu kapal perang lain dari kelompok yang sama juga dilaporkan telah diperintahkan menuju kawasan Teluk Persia.

Pengerahan kembali kekuatan militer AS ini memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Washington di kawasan Indo-Pasifik terkait potensi dampaknya terhadap stabilitas keamanan regional.

Saat ditanya mengenai durasi pengerahan pasukan tersebut, Trump menyatakan langkah itu akan berlangsung selama diperlukan.

“Pengerahan ini akan berlangsung selama diperlukan,” katanya kepada wartawan.

Trump juga menyatakan melalui media sosial bahwa pasukan AS telah menghancurkan sejumlah target militer di Pulau Kharg, lokasi utama ekspor minyak mentah Iran.

Namun, ia menegaskan belum memutuskan untuk menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut. Trump memperingatkan keputusan itu dapat berubah apabila Iran atau pihak lain mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah AS juga mempertimbangkan pengerahan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengawal kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz guna mengantisipasi kemungkinan serangan.

ANTARA