BORNEONEWS, Doha – Otoritas Qatar mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah wilayah di ibu kota Doha menyusul terjadinya serangan misil di negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial X, Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan bahwa evakuasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan masyarakat.
“Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa otoritas terkait sedang mengevakuasi sejumlah area tertentu sebagai tindakan pencegahan sementara demi kepentingan keselamatan publik hingga ancaman mereda,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi serta mematuhi seluruh instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Serangan itu disebut sebagai respons terhadap operasi militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Dalam aksi militer hari pertama tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan terkena bom.
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah melampaui 1.300 orang.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan operasi militer tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran. Namun, kedua negara kemudian juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
ANTARA









