SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar pawai takbiran keliling untuk menyambut malam Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Sampit.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada malam 1 Syawal 1447 Hijriah dengan titik awal keberangkatan dari Rumah Jabatan Bupati Kotim dan berakhir di kawasan Taman Kota Sampit. Pawai dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

"Kegiatan ini untuk memeriahkan malam Idul Fitri sekaligus sebagai bentuk syiar Islam dan mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan," kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu, 14 Maret 2026.

Pawai takbiran tersebut akan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, pengurus masjid, musholla, langgar, hingga sekolah dan pondok pesantren yang ada di Kotim.

Para peserta diwajibkan menggunakan kendaraan seperti minibus atau mobil bak terbuka dengan jumlah penumpang maksimal tujuh orang dalam satu kendaraan.

Selain itu, setiap kendaraan dianjurkan untuk dihias dengan lampu, lampion, atau ornamen bernuansa Idul Fitri sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta.

Selama pawai berlangsung, musik yang diputar harus bernuansa religi atau perayaan Idul Fitri. Peserta juga tidak diperkenankan memutar musik disko.

Panitia juga melarang peserta membawa atribut yang mengandung unsur suku, agama, ras, antargolongan (SARA) maupun unsur politik selama mengikuti kegiatan tersebut.

Rute pawai akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Sampit, di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Usman Harun, Jalan Muchran Ali, Jalan Samekto, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Pelita, dan berakhir di Taman Kota Sampit.

Halikinnor berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan meriah namun tetap tertib, serta menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Kami berharap masyarakat bisa ikut meramaikan pawai takbiran ini, dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Sehingga kegiatan berjalan lancar dan penuh kebersamaan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)