PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) bersama Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat (UPP KLB) 3 turut berpartisipasi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Manager PLN UPP KLB 3 Muhamad Indra Firdaus mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Keterlibatan aktif warga merupakan kunci keberlanjutan upaya mitigasi bencana di lingkungan masyarakat,” ujarnya di Palangka Raya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PLN Peduli, PLN menggelar edukasi serta pelatihan kesiapsiagaan keadaan darurat bagi masyarakat di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.

Program yang mengusung tema Siaga Bencana Kelurahan Palangka tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya.

“Melalui program TJSL ini, PLN tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan siap menghadapi risiko bencana,” jelas Indra.

Dalam kegiatan tersebut, PLN juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya. Pada kesempatan itu turut dilakukan pengesahan Surat Keputusan Tim Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) yang akan menjadi penggerak mitigasi bencana di tingkat kelurahan.

Sementara itu, General Manager PLN UIP KLB Susilo menilai program Desa Siaga Bencana merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan.

“Kami berharap budaya siaga bencana ini dapat terus berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Tengah sebagai bentuk kontribusi nyata PLN Peduli bagi kemanusiaan,” katanya.

Materi edukasi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Pauzi. Peserta yang terdiri dari warga dan anggota Tim Kaltana dibekali pemahaman mengenai potensi risiko lingkungan serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

Heri menegaskan masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana.

“Masyarakat yang terorganisir akan lebih siap. Kami berharap Tim Kaltana yang baru dikukuhkan ini mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di wilayahnya,” ujarnya.