BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah memetakan daerah rawan Demam Berdarah Dengue (DBD), di antaranya Kelurahan Madeurejo, Sidorejo serta Mendawai Seberang. Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat (Dinkes Kobar) terus melakukan sosialisasi sekaligus meminta masyarakat waspada terhadap penyakit mematikan itu.

"Musim penghujan separti sekarang ini yang harus diwaspadai adalah gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit DBD," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kobar Dwi Ratna, di Pangkalan Bun, Dwi Ratna. Jumat (23/12/2016).

Tiga wilayah yang paling banyak ditemui kasus DBD termasuk wilayah Ibukota Kobar. "Wilayah dalam kota paling banyak. Seperti kelurahan Sidorejo, Madurejo, Mendawai Seberang dan juga pasir Panjang," ujarnya.

Kebersihan lingkungan, sebut Dwi Ratna, merupakan faktor tertitinggi berkembangnya nyamuk Aides Aegepty yang dapat menularkan penyakit DBD. "Kepadatan penduduk juga dapat memicu cepatnya penularan DBD," kata Dwi Ratna. 

Dengan begitu, upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga harus getol dilakukan supaya nyamuk tidak berkembang biak. Termasuk melakukan upaya 3 M plus yakni menutup, menguras dan menimbun barang yang bisa untuk berkembang biak nyamuk dan plusnya yakni memberikan abate ke bak mandi dan tempat tampungan air.

"Jika diperkukan, kami lakukan fogging lokal untuk di daerah yang paling rawan terkena kasus DBD. ini supaya nyamuk dewasa mati dan tidak menelurkan nyamuk lebih banyak lagi. sehingga dapat meminimkan angka kasus DBD," ujarnya.

Pihaknya juga berjanji terus mengawasi kasus ini secara ketat. Pada tahun 2013 lalu, DBD Kobar ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) dan menelan korban itu yang harus dicegah. supaya tdak ada korban lagi yang berjatuhan.

"Sepanjang tahun 2014 hingga tahun 2016 belum ada korban akibat kasus DBD. Namun kami tetap melakukan antisipasi," tandasnya.(FAHRUDDIN FITRIYA/N).