SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa selama masa angkutan Lebaran tidak ada penambahan armada di Pelabuhan Sampit. 

"Tidak ada penambahan kapal. Kita hanya memaksimalkan kapasitas muatan  kapal, " katanya, Minggu, 15 Maret 2026.

 Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan tidak akan menambah armada.  Meski lonjakan penumpang telah terjadi mulai 13 Maret 2025 lalu. Pihaknya hanya akan mengoptimalkan kapasitas penumpang melalui dispensasi sekitar 60 persen

Ia menyebut terdapat 5  kapal dengan 12 call yang siap melayani pemudik. KM Lawit dijadwalkan KM Lawit dua kali sandar dengan kapasitas 1.484 penumpang, KM Leuser dua kali sandar dengan kapasitas 1.438 penumpang dan KM Kelimutu satu kali sandar dengan kapasitas 1.334 penumpang.

Sementara itu, KM Kirana III akan melakukan empat kali call dengan kapasitas sekitar 800 penumpang, serta KM Dharma Rucitra VI sebanyak tiga kali call dengan kapasitas sekitar 600 penumpang.

Sehingga diperkirakan , kapasitas penumpang yang dapat dilayani selama periode angkutan Lebaran mencapai 12.178 penumpang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada hari Minggu ini akan ada tiga kapal yang diberangkatkan. Mencegah terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan tersebut, pihaknya telah mengatur strategi penguraian. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan maupun operator kapal, dan kami akan membuat strategi agar tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.

Strategi yang diterapkan melibatkan sekitar 60 personel yang didukung oleh instansi terkait, yang bertugas melakukan rekayasa arus penumpang dengan mengurai antrian, mempercepat proses cek in, serta memasukkan penumpang ke kapal yang telah siap berangkat.

"Lonjakan penumpang terjadi sebelum tanggal 13 Maret, di mana tiket kapal sudah hampir habis terjual. Jadi kami mengarahkan kepada penumpang yang belum mendapatkan tiket untuk mencari pelabuhan alternatif agar tetap dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lancar," tuturnya. 

Langkah-langkah preventif ini diupayakan untuk memastikan arus mudik dan balik melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik. (DEVIANA/y)