BORNEONEWS, Nanga Bulik – Upaya pencarian terhadap Rega Anggi Anggara (25), pemuda yang dilaporkan hilang di Sungai Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 11.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, instansi terkait, serta masyarakat setempat melakukan pencarian selama kurang lebih 24 jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Rega diketahui merupakan warga Pasanah, Sidorejo, Pangkalan Bun. Saat kejadian, ia tengah mandi di sungai bersama beberapa rekannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat mencoba berenang menyeberangi sungai. Namun diduga kuatnya arus membuatnya tidak mampu mencapai tepian sehingga akhirnya tenggelam. Korban sehari-hari bekerja sebagai karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Merambang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan bahwa jasad korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh tim di lapangan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB. Saat ini jenazah sudah dievakuasi dan rencananya akan dibawa ke Pangkalan Bun menggunakan ambulans,” ujarnya, saat Diwawancarai pada Minggu, 15 Maret 2025
Ia menambahkan, pihaknya masih menyusun laporan lengkap terkait proses pencarian hingga penemuan korban.
Selain itu, Hendikel juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang memiliki arus cukup deras.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada ketika berada di perairan. Kondisi arus sungai yang berubah-ubah bisa membahayakan keselamatan,” tutupnya. (NATALIA KRISTIN/J)









