BORNEONEWS, Sampit – Arus mudik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai puncaknya pada Minggu, 15 Maret 2026. Tercatat sebanyak 2.683 penumpang diberangkatkan menggunakan tiga kapal tujuan Jawa.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, tiga kapal yang berangkat pada hari tersebut yakni KM Kirana III rute Sampit–Surabaya dengan 768 penumpang, KM Leuser rute Sampit–Semarang dengan 1.392 penumpang, serta KM Dharma Rucitra VI rute Sampit–Semarang dengan 523 penumpang.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan selama pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Angkutan Laut yang berlangsung sekitar 18 hari sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, keberangkatan kapal pada hari tersebut menjadi puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit.
"Jika kita lihat dari kunjungan kapal selama kegiatan posko angkutan Lebaran, kurang lebih sekitar 18 hari yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan, hari ini menurut kami merupakan puncaknya karena ada tiga kapal yang diberangkatkan dalam satu hari," kata Hotman Siagian.
Sementara pada hari berikutnya, jadwal keberangkatan kapal diperkirakan hanya satu hingga dua kapal baik dari operator Pelni maupun DLU.
Ia menambahkan, waktu pelayaran dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Semarang memakan waktu sekitar 28 jam perjalanan laut.
"Kalau sekarang berangkatnya jam 11.00 WIB, maka besok sekitar pukul 13.00 WIB kapal sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang," tambahnya.
Hotman juga menyampaikan, berdasarkan data koordinasi dengan operator pelayaran, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit diprediksi mengalami peningkatan. Menurutnya, kenaikan jumlah penumpang dari Sampit diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Prediksi kenaikan penumpang untuk Pelabuhan Sampit sekitar 10 persen. Sementara secara nasional untuk angkutan laut diperkirakan naik sekitar 6,7 persen," ujarnya.
Dalam pelaksanaan angkutan mudik Lebaran ini, KSOP Sampit juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan operator kapal.
Hotman mengaku sangat mengapresiasi dukungan dari aparat kepolisian dan TNI dalam mendukung kelancaran arus mudik di pelabuhan.
Ia juga menuturkan bahwa pihaknya bersama operator kapal telah menyiapkan 10 tiket cadangan untuk mengantisipasi penumpang yang belum mendapatkan tiket.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari semua pihak dalam pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2026 ini," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









