PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komunitas Jala Project bekerja sama dengan seorang Brewer atau peracik kopi profesional, Jaka. Saling kolaborasi dengan menggelar kegiatan Creative Workshop Behind The Bar bertajuk “Manual Brew Experience” pada, Sabtu, 14 Maret 2026. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Basah Kuyup dan diikuti oleh para pecinta kopi di Pangkalan Bun yang ingin mempelajari teknik penyeduhan kopi secara manual.

Workshop ini menjadi ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman bagi peserta yang memiliki ketertarikan di dunia perkopian, khususnya pada teknik manual brew. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan berbagai metode penyeduhan kopi secara manual yang mengutamakan ketelitian, teknik, serta pemahaman karakter biji kopi.

Ketua Jala Project, Wawan Rijalun Hakim, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya komunitasnya dalam menghadirkan wadah positif bagi masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki minat di bidang kopi.

“Alhamdulillah, kali ini kita mencoba memberikan wadah positif bagi teman-teman pecinta kopi. Kali ini kita coba bikin workshop untuk teman-teman di Pangkalan Bun yang punya antusias yang sama di bidang perkopian,” ujar Wawan.

Menurutnya, tren kopi manual brew saat ini semakin diminati karena memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati kopi. Tidak hanya sekadar minum kopi, tetapi juga memahami proses, teknik penyeduhan, hingga karakter rasa yang dihasilkan.

Selama workshop berlangsung, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik penyeduhan kopi manual di bawah bimbingan brewer profesional. Hal ini membuat suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.

Wawan mengungkapkan, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa komunitas pecinta kopi di Pangkalan Bun terus berkembang. Hal tersebut menjadi motivasi bagi Jala Project untuk terus menghadirkan kegiatan kreatif yang bersifat edukatif.

Ia juga menyampaikan, apabila kegiatan serupa masih dibutuhkan oleh masyarakat, pihaknya bersama Laboratorium Basah Kuyup akan mempertimbangkan untuk kembali menggelar workshop perkopian di masa mendatang.

“Kalau memang masih dibutuhkan pelatihan seperti ini, tentu akan kita pertimbangkan lagi bersama Laboratorium Basah Kuyup. Atau mungkin melalui kegiatan ini ada brewer lain yang ingin mengadakan pelatihan dan berbagi wawasan, kami respect dan terbuka saja,” pungkasnya. (NURITA/H)