SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang dan petugas di Posko Angkutan Lebaran 2026.

Layanan ini disediakan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama arus mudik.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, I Gusti Ayu Agung Darmawati, mengatakan pihaknya selama ini memang menjalankan tugas utama dalam pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah, khususnya pelabuhan dan bandara.

"Untuk Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit, kita selama ini sebenarnya sudah menjalankan tugas pokok kita memang untuk pencegahan di wilayah pintu masuk, khususnya pelabuhan dan bandara," ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di Pelabuhan Sampit cek kesehatan gratis juga dijadwalkan berlangsung di Bandara H. Asan Sampit, Pelabuhan Kumai, serta Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Layanan kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan kesehatan dalam situasi khusus, seperti pada masa angkutan arus mudik Lebaran 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan berbagai pengecekan kesehatan, seperti tekanan darah, berat badan, lingkar perut, kolesterol, asam urat, gula darah, hingga tinggi badan.

"Cek pelayanan kesehatan gratis ini meliputi tekanan darah, berat badan, lingkar perut, cek kolesterol, asam urat, gula darah, tinggi badan, tekanan darah. Kita setiap kegiatan biasanya kita targetkan 50 orang," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut diketahui memiliki tekanan darah dan kadar kolesterol yang cukup tinggi.

Jika ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan, petugas medis juga memberikan obat secara gratis kepada masyarakat.

"Itu biasanya nanti kalaupun ada inform consent dari dokter kami, bila perlu memang ada obat yang harus diberikan. Biasanya kami berikan secara gratis juga," tambahnya.

Pada masa puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit, BKK juga menambah jumlah petugas untuk memperkuat pelayanan kesehatan. Jika pada hari normal biasanya hanya dua hingga tiga petugas yang bertugas, saat puncak keberangkatan kapal jumlah petugas ditingkatkan menjadi 9 petugas.

Selain petugas kesehatan, BKK Sampit juga menyiagakan satu unit ambulans untuk mengantisipasi jika ada penumpang yang membutuhkan penanganan medis atau evakuasi darurat.

Dalam pelaksanaannya, petugas dibagi di beberapa titik, mulai dari area layanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga di pintu keberangkatan penumpang.

"Target (cek kesehatan gratis) kita siapapun, baik penumpang maupun orang-orang sekitar sini seperti petugas," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)