BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan saat mudik Lebaran.
Anggota DPRD Kotim Wahito Fajriannoor atau yang akrab disapa Fajrin mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kondisi ekonomi. Situasi tersebut, menurutnya, bisa memicu meningkatnya potensi tindak kejahatan sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati.
"Kami mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat yang mana saat ini ekonomi terbilang sulit, kebutuhan meningkat menjelang Lebaran hingga meningkatkan tindak kejahatan. Diharapkan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada," ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia mengingatkan masyarakat yang berencana mudik agar tidak meninggalkan barang berharga di rumah tanpa pengawasan. Menurutnya, barang berharga seperti perhiasan sebaiknya dibawa atau disimpan di tempat yang lebih aman saat rumah ditinggalkan.
Selain itu, sebelum bepergian masyarakat juga diminta memastikan kondisi rumah benar-benar aman untuk mencegah terjadinya musibah, seperti kebakaran.
"Teruntuk masyarakat yang akan bepergian untuk mudik meninggalkan rumah, agar bisa membawa barang berharga terutama perhiasan. Dan sebelum meninggalkan rumah harap pastikan rumah dalam keadaan aman dari tindak kejahatan atau pemicu musibah lainnya seperti kebakaran," tambahnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan warga untuk memeriksa kembali instalasi listrik di rumah guna menghindari potensi korsleting.
Selain itu, kompor gas yang masih terhubung dengan tabung gas juga perlu dipastikan dalam kondisi aman sebelum rumah ditinggalkan.
Ia menambahkan, masyarakat juga disarankan untuk berpamitan atau melapor kepada ketua RT setempat ketika akan meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Langkah tersebut dinilai penting agar lingkungan sekitar dapat ikut membantu melakukan pengawasan terhadap rumah yang ditinggalkan.
"Juga saat meninggalkan rumah harap lapor pamit kepada RT," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









