PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengungkapkan bahwa pasar ramadan Datah Manuah mencatatkan pencapaian yang signifikan hingga per 14 Maret 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pengunjung yang telah mengunjungi lokasi ini mencapai sekitar 61.900 orang, dengan total perputaran uang atau omzet mencapai Rp 2,1 miliar.

Transaksi tersebut terbagi menjadi dua metode pembayaran, di mana Rp 1,7 miliar berasal dari pembayaran tunai dan Rp 400 juta melalui sistem pembayaran non-tunai QRIS.

Pasar ramadan Datah Manuah merupakan salah satu dari tujuh titik lokasi pasar ramadan yang disediakan Pemko Palangka Raya untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, lokasi ini dipusatkan sebagai ikon pusat perayaan dengan konsep semi modern yang lebih teratur dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.

Persiapan pasar ini telah dilakukan sejak bulan Februari, dengan kolaborasi pemerintah daerah dan pihak ketiga untuk mengatur tata letak serta fasilitas yang disediakan.

Hingga 14 Maret, total omzet yang tercatat sekitar Rp2,182 miliar, dengan rata-rata perputaran uang harian mencapai sekitar Rp 80 juta.

Pasar ini diikuti sekitar 70 pedagang yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM kuliner dengan rentang usia 30 hingga 60 tahun.

Untuk memastikan pencatatan omzet berjalan tertib, panitia menerapkan sistem pelaporan harian menggunakan formulir digital, dengan memberikan bantuan bagi pedagang yang belum terbiasa menggunakan sistem tersebut.

Konsep pasar ramadan Datah Manuah tahun ini dibuat menyerupai festival kuliner, yang tidak hanya menawarkan berbagai makanan tradisional khas daerah seperti bingka dan lamang, tetapi juga kuliner kekinian.

Selain itu, panitia menyediakan area dine-in yang dilengkapi meja dan kursi, sehingga pengunjung dapat langsung menikmati hidangan yang dibeli.

Tak hanya itu, juga ada hiburan musik setiap hari serta berbagai fasilitas penunjang seperti taman bermain untuk anak-anak, musala, toilet bersih, hingga area swafoto bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen kebersamaan.

Fairid mengapresiasi penyelenggaraan pasar ramadan Datah Manuah yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya, Senin, 16 Maret 2026

Sebelumnya kawasan Datah Manuah dikenal sebagai pasar mini dengan tingkat kunjungan yang belum optimal, dan melalui gelaran pasar ramadan ini, pemerintah berupaya mengubah pola pengembangan pasar sekaligus mempromosikannya sebagai ruang kreatif masyarakat.

Selain aspek ekonomi, pihak penyelenggara juga memberikan perhatian pada keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Pengaturan alur masuk dan keluar dilakukan melalui gate khusus agar tidak terjadi penumpukan massa, sementara para pedagang makanan diwajibkan menggunakan apron dan penutup kepala untuk menjaga kebersihan.

"Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pasar ramadan Datah Manuah diharapkan dapat terus menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya selama bulan Ramadan serta menjadi contoh bagi penyelenggaraan pasar ramadan di tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (PATHUR/R)