TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur M Yamin, bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah menyambut kedatangan 529 prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas di Kabupaten Barito Timur, Senin, 16 Maret 2026.

Penyambutan dilakukan dengan tradisi potong pantan dan tampung tawar yang merupakan kekayaan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya Bupati Barito Timur menilai kehadiran satuan TNI tersebut akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

"Batalyon Teritorial Pembangunan yang diusung TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan di berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Yamin mengatakan, pemerintah daerah dan masyarakat menyambut baik kehadiran Yonif TP 924/Uria Mapas di Barito Timur. Menurutnya, Yonif TP 924 menjadi kekuatan baru bagi daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kabupaten Barito Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pengembangan ketahanan pangan. Karena itu, kehadiran batalyon ini sangat strategis untuk memperkuat berbagai program pembangunan di daerah," terangnya.

Menurut Bupati, Pemkab Barito Timur selama ini terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah guna menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan dukungan TNI melalui Batalyon TP, kami berharap program pengembangan lahan pertanian, peningkatan produktivitas pangan, serta pemberdayaan masyarakat desa dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Yamin juga menegaskan keberadaan Yonif TP 924/Uria Mapas beserta seluruh prajuritnya kini menjadi bagian dari masyarakat Barito Timur.

“Berpedomanlah pada falsafah Rumah Betang, yaitu hidup berdampingan, rukun dalam kekeluargaan, serta bersatu dalam tujuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik bagi Barito Timur yang kita cintai,” pesannya.

Kepala Daerah juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.

“Bersikaplah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Artinya hidup berdampingan, saling menghormati, menghargai adat istiadat, serta menaati adat dan budaya lokal,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)