JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan-bedah kepala dan leher Prof Dr dr Jenny Bashirudin SpTHTBKL Subsp NO(K) membagikan sejumlah kiat untuk menjaga pendengaran agar tetap berfungsi baik hingga usia lanjut.

Dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sebagai upaya menjaga fungsi pendengaran.

Menurut Prof Jenny, kebiasaan hidup sehat seperti rutin berolahraga dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan pendengaran.

“Dengan kebiasaan hidup sehat yang bagus, seperti berolahraga. Ada juga orang tua yang kita temui masih terlihat kuat dan sehat karena ternyata masih rutin olahraga pagi atau gym. Biasanya kondisi kesehatannya juga baik, termasuk pendengarannya,” kata Prof Jenny dalam diskusi daring tentang gangguan pendengaran pada usia lanjut yang diikuti dari Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pola hidup sehat juga membantu menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipertensi yang dapat memicu gangguan pendengaran.

Menurut dia, penyakit metabolik dapat mengganggu aliran darah dan sistem imun, sehingga mempercepat terjadinya gangguan pada telinga.

Selain itu, Prof Jenny mengingatkan pentingnya menghindari paparan kebisingan untuk mencegah masalah pendengaran saat usia lanjut. Bagi orang yang setiap hari bekerja di lingkungan bising, penggunaan penyumbat telinga dinilai penting untuk mengurangi dampaknya terhadap fungsi pendengaran.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan obat dengan efek ototoksik dapat menyebabkan kerusakan telinga bagian dalam yang berujung pada gangguan pendengaran, tinnitus, hingga masalah keseimbangan.

Obat-obatan ototoksik umumnya digunakan dalam pengobatan penyakit tertentu seperti tuberkulosis dan kanker. Karena itu, penggunaannya perlu diperhatikan secara cermat.

“Obat-obatan yang sangat ototoksik itu sebisa mungkin dihindari,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penggunaan obat tetap harus mempertimbangkan manfaat utama bagi kesehatan pasien, terutama pada kasus penyakit berat seperti kanker.

Prof Jenny menambahkan, gangguan pendengaran juga dapat terjadi akibat proses degeneratif yang muncul seiring pertambahan usia. Menurut dia, penurunan fungsi organ tubuh pada lansia merupakan hal alami, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak menurunkan kualitas hidup.

“Usia lanjut pasti mengalami proses degenerasi, di mana semua organ tubuh mengalami penurunan fungsi. Namun hal itu tidak boleh mengurangi kualitas hidup, sehingga perlu dilakukan berbagai pencegahan untuk menjaganya,” kata dia.

ANTARA