JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan opsi untuk merebut Pulau Kharg di Iran, sebuah langkah yang dinilai dapat memberi tekanan besar terhadap perekonomian Teheran.

Laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan, Trump tertarik pada rencana penguasaan penuh Pulau Kharg karena wilayah itu dianggap strategis dan dapat memutus salah satu sumber pendanaan penting bagi Iran.

Meski demikian, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa hingga kini belum ada keputusan final yang diambil terkait langkah tersebut.

Menurut laporan itu, situasi dapat berubah apabila upaya memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Jika opsi tersebut dijalankan, Amerika Serikat harus mengerahkan personel militer secara langsung ke wilayah Iran. Langkah ini dikhawatirkan memicu serangan balasan dari Iran terhadap fasilitas produksi minyak dan instalasi pipa di kawasan Teluk, terutama di Arab Saudi.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik tersebut turut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan di jalur itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA