BORNEONEWS, London - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas upaya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, kata Downing Street.
"Perdana Menteri berbicara dengan Presiden AS Donald Trump malam ini. Para pemimpin membahas situasi terkini di Timur Tengah dan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz untuk mengakhiri gangguan terhadap pelayaran global, yang menyebabkan kenaikan biaya di seluruh dunia," kata kantor perdana menteri.
Starmer juga membahas kebebasan navigasi di Selat Hormuz dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Mengutip beberapa pejabat AS, Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Gedung Putih berencana mengumumkan pembentukan koalisi pada minggu ini untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya menyatakan bahwa militer AS mungkin tidak akan mulai mengawal kapal komersial melalui Selat Hormuz hingga akhir Maret, dengan alasan bahwa Angkatan Laut AS saat ini tidak memiliki kemampuan tersebut.
Di tengah meningkatnya konflik terkait Iran, pengiriman melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, praktis terhenti.
Sementara, perusahaan asuransi mulai menaikkan premi dan meninjau jangkauan perlintasan di tengah ancaman keamanan yang semakin meningkat.
ANTARA









