SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan dari Presiden kepada 37.754 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Kotawaringin Timur dari total 205.140 KPM (KPM) di seluruh wilayah Kalteng.

"Kami menyalurkan bantuan pangan dari Presiden, yang mana di Kalimantan Tengah totalnya mencapai 205.140 keluarga penerima manfaat. Selain itu, kami juga menambah sekitar 15.000 penerima untuk mengantisipasi kebutuhan tidak terduga," kata Agustiar.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Museum Kayu Sampit, dengan berbagai rangkaian kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Presiden, Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Syauqie.

Agustiar menyebutkan penyaluran bantuan menjadi salah satu yang terbesar dan menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalteng. 

"Ini menjadi tonggak sejarah karena volume bantuan yang diberikan lebih besar dari sebelumnya. Tentu ini patut kita syukuri bersama," ujarnya.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat sesuai arahan Presiden.

Meski menghadapi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat hingga hampir Rp5 triliun, Agustiar memastikan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat tetap berjalan 100 persen.

"Walau anggaran Kalteng dipotong hampir Rp5 triliun, program kesejahteraan tetap kita upayakan berjalan, termasuk KHBS. Untuk pasar murah, masyarakat sebenarnya cukup menebus Rp10 ribu per paket, namun hari ini kita gratiskan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kalteng Leonard S Ampung melaporkan, khusus untuk Kotim, bantuan pangan yang disalurkan mencapai 37.754 paket. Setiap paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Selain itu pemerintah juga menyediakan 2.000 paket pasar murah dengan nilai Rp147 ribu per paket yang telah disubsidi sehingga bisa ditebus Rp10 ribu, bahkan digratiskan pada kegiatan tersebut.

Dalam Gerakan Pangan Murah, berbagai komoditas juga disediakan, seperti 15 ton beras premium, 500 kilogram bawang merah, 500 kilogram bawang putih, 1.200 kilogram gula pasir, 1.200 liter minyak goreng, 600 tray telur ayam, serta aneka sayur, cabai, dan ikan segar.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. (DEWI PATMALASARI/R)