BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang arus mudik Lebaran, layanan penitipan hewan di Kota Palangka Raya menjadi salah satu solusi bagi pemilik hewan peliharaan.
Paws Health Clinic Palangka Raya mencatat peningkatan signifikan permintaan penitipan, terutama untuk anjing dan kucing.
Manager klinik, Abdul Ghani menyebut hampir seluruh ruang penitipan penuh sejak awal Ramadan. Durasi penitipan bervariasi, mulai dari tiga hari hingga dua minggu, sesuai jadwal mudik para pemilik.
Namun, klinik juga menegakkan aturan ketat yakni hewan yang dititipkan wajib sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.
Abdul Ghani menegaskan, aturan ini penting karena hewan akan bertemu dengan banyak peliharaan lain dalam satu tempat.
“Risiko penularan penyakit sangat tinggi jika tidak divaksin. Apalagi masa penitipan Lebaran cukup panjang,” ujarnya kepada Borneonews pada Selasa, 17 Maret 2026.
Akibat aturan ini, setidaknya 50 ekor hewan ditolak untuk dititipkan tahun ini. Meski jumlah menurun dibanding momen Natal dan Tahun Baru, klinik menilai kebijakan ini penting demi keselamatan hewan.
Dari sisi pelanggan, Firman (22), seorang mahasiswa, memilih menitipkan kucingnya selama dua minggu penuh. Ia mudik ke Tumbang Samba dan tidak bisa bolak-balik mengunjungi peliharaannya.
“Kalau ditinggal di rumah, saya khawatir kucing jadi stres dan tidak terurus. Dengan dititipkan di klinik, makanan dan keamanannya terjamin,” katanya.
Firman juga merasa lebih tenang karena klinik memiliki dokter hewan yang siap menangani jika terjadi masalah kesehatan.
Berbeda dengan Firman, ada pula pemilik yang memilih membawa hewan peliharaan ikut mudik. Acil Joda, warga Palangka Raya, memutuskan mengangkut anjing kesayangannya saat mudik ke Anjir, Banjarmasin. Tahun lalu, anjingnya mengalami stres setelah dititipkan, sehingga kali ini ia tidak ingin mengambil risiko.
“Uang bukan masalah. Yang penting anjing saya tetap sehat dan tidak stres. Karena itu saya pilih untuk membawa sekalian,” ujarnya.
Dengan kendaraan pribadi, perjalanan darat dianggap lebih praktis dan memungkinkan anjing tetap nyaman.
Dokter hewan Dinda Rahma Hadiputri menambahkan perspektif medis terkait fenomena ini. Menurutnya, hewan memang bisa mengalami stres jika dititipkan terlalu lama tanpa kehadiran pemilik.
“Stres pada hewan bisa muncul dalam bentuk kehilangan nafsu makan, murung, atau perilaku agresif. Faktor lingkungan baru dan interaksi dengan hewan lain bisa menjadi pemicu,” jelas drh Dinda.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pemilik memastikan hewan sudah divaksin, terbiasa dengan kandang, dan mendapat perhatian dari pengasuh penitipan.
“Penitipan bisa aman, asal ada pengawasan ketat dan pemilik mempersiapkan hewan sebelumnya,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan beragam pilihan yang diambil pemilik hewan di Palangka Raya menjelang Lebaran. Ada yang memilih penitipan demi keamanan dan perawatan profesional, ada pula yang membawa hewan ikut mudik demi menghindari stres. Apapun pilihannya, satu hal yang sama: kepedulian pemilik terhadap kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan mereka.(TESTI PRISCILLA/R)









