BORNEONEWS, Kasongan – Suasana di Lapangan Sport Center Kasongan pada Selasa, 17 Maret 2026 yang seharusnya penuh rasa syukur, justru diwarnai kekecewaan ratusan warga.
Pasalnya, pembagian bantuan beras gratis dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dinilai tidak merata dan banyak warga yang pulang dengan tangan hampa.
Padahal warga sudah memadati area Sport Center sejak pukul 07.00 WIB.
Namun, hingga siang hari, banyak dari mereka yang terpaksa "gigit jari" karena tidak mendapatkan paket sembako gratis tersebut.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya. Ia mengaku sudah mengantre berjam-jam, namun petugas menyatakan stok beras telah habis.
"Kami sudah di sini dari jam 7 pagi sampai tengah hari, ternyata tidak dapat. Alasan petugas stoknya habis," keluhnya.
Ia juga menyoroti masalah transparansi pembagian kupon.
Menurutnya, banyak warga yang bingung karena tidak mengetahui kapan dan kepada siapa kupon tersebut didistribusikan.
"Kami tidak tahu kapan kupon itu dibagikan. Tiba-tiba ada sebagian warga yang bawa kupon. Bahkan, ada juga warga yang sudah punya kupon tapi tetap tidak dapat beras karena alasan stok habis tadi," tambahnya.
Di lokasi yang sama, selain pembagian beras gratis, terdapat juga skema pasar murah.
Beras pada sesi tersebut dijual dengan harga Rp118.000 untuk dua sak (masing-masing berisi 5 kilogram).
Hal ini menambah kekecewaan warga yang sejak awal berharap mendapatkan bantuan cuma-cuma di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran hadir langsung di lokasi didampingi oleh Bupati Katingan, Saiful.
Dalam pidatonya, Gubernur sempat memberikan harapan kepada warga yang hadir agar tidak perlu merasa khawatir.
"Jangan khawatir, yang punya kupon pasti dapat. Yang tidak punya kupon nanti ada kebijakan," ujar warga menirukan ucapan Gubernur saat memberikan sambutan.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang merasa kebijakan tersebut tidak terealisasi dengan baik hingga acara berakhir, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat Kasongan. (ABDUL GOFUR/j)









