PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai menyuarakan keluh kesahnya terkait belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR).

Keresahan ini muncul mengingat Hari Raya Idulfitri 1447 H kini hanya tinggal menyisakan waktu empat hari lagi, sementara kebutuhan operasional rumah tangga menjelang lebaran terus meningkat.

Para pegawai mengaku khawatir jika pencairan dilakukan terlalu mepet dengan hari raya, mereka akan kesulitan mengalokasikan dana untuk keperluan mudik maupun belanja kebutuhan pokok.

"Harapannya tentu bisa cair lebih awal agar persiapan lebaran lebih tenang, apalagi saat ini harga-harga kebutuhan di pasar sudah mulai merangkak naik," ujar salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya, Andri Permana, memberikan klarifikasinya.

Ia memastikan bahwa hak para pegawai tersebut tidak akan terabaikan dan saat ini pihaknya sedang bekerja ekstra untuk menuntaskan segala administrasi yang diperlukan.

Andri menjelaskan bahwa proses pencairan THR saat ini sedang berjalan dan telah memasuki tahap penyelesaian.

Ia menegaskan bahwa kendala teknis yang sempat ada telah ditangani, sehingga aliran dana dari kas daerah ke rekening masing-masing pegawai hanya tinggal menunggu waktu.

"Kami sampaikan bahwa THR sedang dalam proses pencairan. Kami terus berupaya mempercepat alurnya agar seluruh ASN bisa segera menerima hak mereka sebelum memasuki cuti bersama," ungkap Andri, Selasa, 17 Maret 2026.

Pemerintah Kota berharap para ASN dapat bersabar dan tetap fokus menjalankan tugas pelayanan publik di hari-hari terakhir kerja sebelum libur panjang.

Dengan adanya komitmen dari BKAD, diharapkan dalam satu atau dua hari ke depan, seluruh tunjangan tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing pegawai untuk menunjang perayaan lebaran. (HENDRI/j)