BORNEONEWS, Muara Teweh - Harga karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali naik menjadi Rp9 ribu per kilogram pada akhir Desember 2016. Sebelumnya harga karet berada di kisaranRp8 ribu per kilogramnya.
"Naiknya harga karet ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir," kata Igang, petani karet di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Sabtu (24/12/2016).
Igang mengatakan bahwa naiknya harga karet membuat petani di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu bergairah kembali. Menurutnya, kenaikan harga terus terjadi dalam tiga bulan terakhir.
Namun, naiknya harga karet ini diduga akibat permainan para tengkulak yang berusaha menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. "Petani daerah ini masih tergantung pada para tengkulak karena sampai sekarang belum ada pabrik karet. Padahal hasil panen karet petani cukup banyak," jelas Igang.
Karet merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat di pedalaman Kalteng. Luas perkebunan karet rakyat di Barito Utara, misalnya, hingga mencapai 35.646 hektare, dengan produksi karet kering mencapai 18.696 ton per tahun. (Antara/B-10)
Harga Karet Membaik, Nasib Petani tetap Tergantung Tengkulak
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







