BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menyelenggarakan kegiatan Edukasi Perkebunan bagi Siswa dan Anak-anak Tahun 2026 dengan tema "Kakao dan Rahasia Cokelat". Acara ini berlangsung di Ballroom BPDP, Jakarta, dan dihadiri oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan komoditas perkebunan kepada generasi muda sejak dini melalui pendekatan edukatif dan interaktif.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menegaskan pentingnya edukasi perkebunan bagi anak-anak sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, pemahaman tentang komoditas seperti kakao tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi perkebunan Indonesia.
“Generasi muda perlu mengenal sejak dini bagaimana kakao diolah hingga menjadi cokelat yang mereka sukai,” ujarnya dalam rilis pada Selasa, 17 Maret 2026.
Kegiatan ini dikemas dengan berbagai aktivitas menarik, mulai dari pemaparan interaktif mengenai proses budidaya kakao, hingga demonstrasi pembuatan cokelat sederhana. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa cokelat yang mereka konsumsi sehari-hari berasal dari biji kakao yang ditanam dan diolah dengan penuh ketelatenan.
"Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan terhadap dunia perkebunan," tuturnya.
Selain itu, BPDP juga menghadirkan pameran mini yang menampilkan produk-produk turunan kakao. Para siswa dapat melihat langsung berbagai olahan kakao, mulai dari bubuk, pasta, hingga cokelat siap saji. Pameran ini menjadi sarana edukasi visual yang memperkuat pemahaman anak-anak mengenai rantai nilai komoditas perkebunan.
Pangihutan Siagian menambahkan, kegiatan edukasi semacam ini akan terus digelar secara berkelanjutan dengan tema berbeda setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan misi BPDP untuk meningkatkan literasi perkebunan di kalangan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memahami peran penting perkebunan dalam perekonomian nasional,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, BPDP berharap generasi muda Indonesia semakin mengenal potensi besar sektor perkebunan, khususnya kakao. Edukasi yang diberikan sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan motivasi untuk terlibat dalam pengembangan perkebunan di masa depan, sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas unggulan Indonesia. (TESTI PRISCILLA/Y)









