BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana, menekankan pentingnya melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah di kawasan perkotaan agar mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat di provinsi Kalteng.
Menurut Okki, pola pengelolaan sampah yang selama ini hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tidak lagi efektif untuk menghadapi tantangan lingkungan di kota-kota besar.
Ia mengingatkan bahwa jika tidak segera dibenahi, permasalahan sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
“Kepadatan penduduk yang tinggi membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Ini penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Okki menjelaskan bahwa pengelolaan sampah seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Pendekatan ini mencakup proses pemilahan sampah di tingkat sumber, pengolahan yang tepat, hingga pemanfaatan kembali melalui program daur ulang.
“Pengelolaan sampah yang baik dan terintegrasi tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan semata, tetapi juga pada pemilahan, pengolahan, dan daur ulang agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali material yang masih dapat digunakan.
Selain itu, Okki mendorong pemerintah daerah di Kalteng untuk mulai mengembangkan kebijakan pengelolaan sampah yang berorientasi jangka panjang dengan memanfaatkan dukungan teknologi modern.
“Kota-kota besar di Kalteng harus mulai memikirkan solusi jangka panjang yang melibatkan teknologi modern untuk mengelola sampah,” tegasnya.
Penggunaan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi pengolahan serta mengurangi beban penumpukan sampah di TPA.
Selain peran pemerintah, Okki juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga perlu terus digencarkan agar tercipta budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
"Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta dukungan teknologi, diharapkan persoalan sampah di kawasan perkotaan Kalteng dapat ditangani secara lebih efektif sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)









