PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terpantau relatif stabil, meski terdapat fluktuasi pada sejumlah komoditas tertentu.

Berdasarkan hasil pemantauan pada periode 9 hingga 13 Maret 2026, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan maupun penurunan harga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar melalui Sekretaris, Muhamad Suhendra, menyampaikan bahwa secara umum kondisi harga masih terkendali.  

Ia menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga selama periode tersebut di antaranya cabai rawit merah dan daging ayam ras. Cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan dengan harga rata-rata mencapai Rp87.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada di kisaran Rp40.800 per kilogram.

“Memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai rawit merah, namun secara umum masih dalam batas wajar dan tidak terlalu signifikan,” ujar Suhendra.Selasa, 17 Maret 2026.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih. Penurunan ini dinilai turut membantu menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Berdasarkan data, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting turun dari Rp70.000 per kilogram di awal pekan menjadi Rp50.000 per kilogram di akhir pekan. Sementara itu, bawang merah turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, dan bawang putih dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, serta daging sapi, terpantau stabil tanpa adanya perubahan harga yang signifikan selama periode pemantauan. Kondisi ini menunjukkan ketersediaan pasokan masih mencukupi.

Muhamad Suhendra menambahkan, fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai dan daging ayam merupakan hal yang lumrah, terutama menjelang Idulfitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.

“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tetap stabil menjelang Idulfitri,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, Disperindagkop UKM Kobar optimistis stabilitas harga bapokting dapat terus terjaga hingga Hari Raya Idulfitri, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. (NURITA/H)