PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  resmi menutup rangkaian Festival BERKAH (Bulan Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah).

Kegiatan puncak ini digelar di Palangka Raya dengan berbagai agenda yang memadukan edukasi dan pemberdayaan ekonomi syariah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa Festival BERKAH merupakan langkah konkret dalam menggali dan memperkuat potensi ekonomi syariah di daerah.

“Melalui Festival BERKAH, kami ingin menggali potensi ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar lebih berdaya saing. Para pemenang lomba hari ini bukan sekadar juara, melainkan duta yang akan membawa nama harum Kalimantan Tengah ke tingkat regional di Fesyar KTI,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Sebanyak 21 pemenang dari berbagai kategori lomba diumumkan dalam kegiatan tersebut. Mereka dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju ke ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 yang akan digelar pada Juli mendatang.

Selain kompetisi, BI Kalteng juga menggelar kegiatan edukasi konsumen bertajuk Ngabuburide GEBER PEKA (Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen).

Kegiatan ini melibatkan 76 pesepeda dari komunitas HASI Palangka Raya yang membagikan 200 paket takjil sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan transaksi digital.

Salah satu warga, Arief dari Kecamatan Jekan Raya, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai konsep edukasi yang dikemas secara santai dan interaktif membuat masyarakat lebih mudah memahami pentingnya perlindungan konsumen.

“Acaranya seru sekali, apalagi ada konsep Ngabuburide. Selain dapat takjil, kami juga jadi lebih paham cara menghindari penipuan pembayaran digital,” katanya.

Kesuksesan Festival BERKAH 2026 ini tidak lepas dari sinergi lintas instansi, antara lain bersama Kementerian Agama Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, UIN Palangka Raya, serta SMK Negeri 3 Palangka Raya. Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Kalteng. (MARINI/j)