PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.

Menurutnya, pendekatan terhadap kelompok LSL tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, melainkan harus dilakukan secara komprehensif, terutama dalam aspek kesehatan dan sosial.

Ia menilai, kelompok ini termasuk rentan terhadap berbagai risiko, seperti penyebaran penyakit menular, sehingga membutuhkan edukasi dan pendampingan yang tepat.

Rana menekankan pentingnya peran pemerintah melalui dinas terkait untuk meningkatkan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit, tanpa menimbulkan stigma atau diskriminasi. 

"Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan upaya penanganan bisa berjalan lebih efektif," katanya, Selasa, 17 Maret 2026.

Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat dalam memberikan pemahaman yang benar serta layanan yang mudah diakses bagi kelompok rentan tersebut.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan edukasi dan pendampingan, sehingga mereka tetap mendapatkan hak atas layanan kesehatan dan tidak terpinggirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah preventif menjadi kunci utama, termasuk deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat secara luas mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Rana berharap, ke depan pemerintah kota dapat merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis data, sehingga penanganan isu sosial dan kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. (MARINI/j)