PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, mendorong agar Pasar Datah Manuah tidak hanya ramai saat momentum Ramadan, tetapi juga tetap hidup dan berkembang pada hari-hari biasa melalui berbagai inovasi.

Menurutnya, potensi Pasar Datah Manuah sangat besar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, pasar tersebut berisiko kembali sepi setelah momen tertentu berakhir.

“Pasar Datah Manuah ini jangan hanya hidup saat Ramadan saja. Di hari biasa juga harus tetap ramai dengan inovasi dan pengelolaan yang baik,” ujar Jati, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menekankan pentingnya pengaturan sistem pedagang yang lebih tertata, mulai dari zonasi lapak, jadwal operasional, hingga konsep dagangan yang menarik bagi pengunjung. Dengan demikian, pasar dapat menjadi destinasi yang konsisten dikunjungi masyarakat.

Selain itu, Jati juga meminta agar pemerintah melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dalam pengembangan pasar tersebut. Menurutnya, keterlibatan UMKM akan memberikan variasi produk sekaligus memperkuat roda ekonomi lokal.

“Libatkan pelaku UMKM secara aktif, beri mereka ruang untuk berkembang. Ini penting agar pasar punya daya tarik yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan adanya agenda rutin seperti event mingguan, hiburan rakyat, atau bazar tematik untuk menjaga minat pengunjung. Dengan strategi tersebut, Pasar Datah Manuah diharapkan mampu menjadi ikon ekonomi kreatif di Kota Palangka Raya yang hidup sepanjang tahun. (MARINI/j)