BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Maya Embun Sari mengungkapkan, di Kabupaten Kotawaringin Barat jumlah pengidah HIV/.AIDS meningkat 100 persen. Kini ada 40 orang positif HIV/AIDS, sedangkan pada 2015, tercatat hanya ada 20 orang.
"Sampai dengan Desember 2016, ada 40 orang positif HIV/AIDS," beber wanita yang tergabung ke dalam Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) itu.
Maya menaksir, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding kondisi riil di lapangan. Pasalnya, ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri dan menganggap HIV/AIDS sebagai aib menyulitkan pihaknya untuk melacak keberadaan ODHA.
"Semakin cepat diidentifikasi akan memudahkan dalam penangananya," sebut Maya.
Di tempat sama, Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar Arif Susanto menjelaskan, pihaknya telah memiliki lima Puskesmas Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS. Di antaranya, Puskesmas Pangkalan Lada, Karang Mulya, Madurejo, Arut Selatan dan Riam Durian.
VCT, terang Arif, adalah layanan tes HIV/AIDS secara sukarela yang disertai pra-konseling dan paska-konseling. Masyarakat perlu mengetahui status HIV-nya agar penangannya tidak terlambat.
"Selain ke rumah sakit, masyarakat bisa datang ke puskesmas yang ditunjuk," pungkasnya.(FAHRUDDIN FITRIYA/m)








