PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul menanggapi isu meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah dengan menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan hal baru dan masih tergolong endemis.

Menurutnya, campak memang sudah lama ada dan selalu muncul setiap tahun, namun hingga saat ini belum menunjukkan kondisi yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

“Campak itu dari dulu selalu ada. Ini penyakit endemis, selalu ada tapi tidak sampai menjadi KLB,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kesehatan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Suyuti menekankan bahwa langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran campak adalah dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anaknya diimunisasi lengkap. Ini sangat penting untuk melindungi mereka dari campak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan terkait vaksinasi, termasuk isu anti vaksin yang tidak berdasar secara medis.

“Jangan termakan isu anti vaksin. Imunisasi itu aman dan terbukti melindungi anak dari berbagai penyakit menular,” tegasnya.

Dinas kesehatan akan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan guna memastikan cakupan imunisasi tetap tinggi serta mencegah lonjakan kasus di masa mendatang. (MARINI)