BORNEONEWS, Jakarta – Kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan berangsur membaik. Saat ini, ia masih menjalani perawatan lanjutan di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menyampaikan bahwa penanganan medis terhadap Andrie berjalan optimal sejak awal masuk rumah sakit.
“Alhamdulillah kondisi Andrie menunjukkan perbaikan dan mendapat penanganan maksimal dari tim dokter serta tenaga medis,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu, 18 Maret 2026.
Berdasarkan keterangan resmi pihak rumah sakit, awalnya Andrie didiagnosis mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat paparan cairan kimia. Namun, setelah evaluasi lanjutan, angka tersebut dikoreksi menjadi sekitar 20 persen pada beberapa bagian tubuh.
Selain luka bakar, Andrie juga mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat keparahan cukup tinggi. Kondisi ini sempat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan serta kerusakan pada kornea di fase awal kejadian.
Tim medis kemudian melakukan serangkaian tindakan, termasuk pembersihan jaringan rusak pada mata dan transplantasi membran amnion guna mempercepat proses penyembuhan. Hasilnya, kondisi kesehatan Andrie dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.
Tak hanya itu, pada Selasa (17/3), Andrie juga menjalani prosedur lanjutan berupa pengangkatan jaringan kulit mati serta penanganan luka bakar secara menyeluruh. Prioritas utama diberikan pada area wajah, termasuk tindakan cangkok kulit.
Meski demikian, luka di bagian leher, dada, dan lengan kanan masih tergolong dalam sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan pencangkokan kulit. Proses operasi lanjutan diperkirakan akan dilakukan secara bertahap.
Jane juga mengajak publik untuk turut memberikan dukungan moral bagi kesembuhan Andrie. Ia menegaskan, seluruh informasi resmi terkait perkembangan kondisi akan disampaikan melalui pihak Humas RSCM.
Saat ini, Andrie berada dalam pengawasan ketat tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis mata, bedah plastik, hingga tim kegawatdaruratan. Berbagai terapi intensif juga terus diberikan untuk mempercepat pemulihan.
KontraS menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah menangani Andrie, sekaligus meminta publik menghormati privasi pasien. Untuk sementara, pihak keluarga dan kuasa hukum tidak mengizinkan kunjungan demi menjaga keamanan serta kualitas perawatan.
Di sisi lain, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie masih dalam proses hukum. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menahan empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat.
Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyatakan keempat terduga pelaku saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Keempatnya sudah kami tahan dan prosesnya saat ini masuk tahap penyidikan,” katanya.
Keempat oknum tersebut diketahui merupakan anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI dengan inisial NDP, SL, BWH, dan ES. Hingga kini, motif penyiraman masih didalami penyidik.
ANTARA









