BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memastikan layanan mudik Lebaran 2026 di wilayahnya berjalan optimal, aman, dan terkendali. Hal ini dilakukan melalui penguatan posko terpadu serta sinergi lintas instansi selama periode H-7 hingga H+7 Idul Fitri.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Fairid meninjau langsung sejumlah titik strategis, di antaranya Bandara Tjilik Riwut, Duta Mall Palangka Raya, serta Pos Polisi Bundaran Besar, Rabu, 18 Maret 2026.
“Pengamanan mudik melibatkan unsur gabungan seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga relawan yang ditempatkan di berbagai titik melalui sistem posko terpadu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posko pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya difungsikan sebagai pusat informasi, tetapi juga untuk pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta respons cepat terhadap kondisi darurat selama arus mudik dan balik.
Selain itu, posko juga menjadi titik pemantauan pergerakan masyarakat sekaligus pengendalian situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Saat meninjau Bandara Tjilik Riwut, Fairid mengungkapkan adanya dinamika pada arus penerbangan. Jumlah penerbangan harian memang menurun dari sekitar 30 menjadi 24, namun jumlah penumpang justru meningkat dari sekitar 2.900 menjadi 3.200 orang per hari.
“Lonjakan penumpang ini diantisipasi dengan penambahan extra flight, salah satunya rute Batik Air tujuan Jakarta,” jelasnya.
Dalam aspek keselamatan penerbangan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca selama periode mudik.
“Dari H-7 hingga H+7, prakiraan cuaca relatif aman untuk penerbangan,” tambahnya.
Meski demikian, Fairid mengakui masih ada tantangan terkait ketersediaan dan harga tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat. Sebagai solusi, pihak bandara bersama maskapai menyediakan opsi “go show” bagi calon penumpang.
“Penumpang bisa standby di bandara, jika ada pembatalan maka dapat langsung diberangkatkan, meski tidak bisa dijamin,” katanya.
Di sisi lain, pengamanan wilayah juga diperkuat dengan penempatan personel gabungan yang siaga 24 jam secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran arus lalu lintas di dalam kota.
Layanan kesehatan pun disiagakan di posko maupun bandara guna mengantisipasi kondisi darurat, termasuk bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum mudik, seperti memastikan kondisi rumah aman serta menjaga kesehatan selama perjalanan.
“Pastikan rumah dalam kondisi aman, bawa barang secukupnya, dan periksa kesehatan sebelum berangkat jika diperlukan,” tandasnya.









