BORNEONEWS, Sampit – Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencatat sebanyak 5.483 penumpang telah diberangkatkan menuju Pulau Jawa selama periode mudik.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, menyebutkan jumlah tersebut berasal dari lima kapal yang telah beroperasi hingga Rabu, 18 Maret 2026.
“Total penumpang berangkat mencapai 5.483 orang, sementara penumpang yang turun sebanyak 968 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut termasuk keberangkatan KM Kelimutu tujuan Semarang yang mengangkut sekitar 1.400 penumpang dan menjadi kapal terakhir dari PT Pelni Cabang Sampit untuk arus mudik tahun ini.
Dari total tujuh jadwal keberangkatan yang disiapkan, lima di antaranya telah terealisasi. Sisanya, dua kapal dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) masih akan melayani pemudik.
Kedua kapal tersebut yakni KM Kirana III dan KM Rucitra VI yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit pada Rabu sore. KM Kirana III direncanakan berangkat ke Surabaya pada Kamis (19/3) pukul 13.00 WIB, sedangkan KM Rucitra VI menuju Semarang pada tengah malam.
Gusti memperkirakan kapasitas penumpang kedua kapal tersebut mencapai 800 orang untuk KM Kirana III dan sekitar 600 orang untuk KM Rucitra VI, meski jumlah pasti penumpang masih menunggu data akhir.
Ia menambahkan, proses embarkasi dan debarkasi sejauh ini berjalan lancar, aman, dan terkendali berkat sinergi lintas instansi dalam posko angkutan Lebaran.
“Koordinasi antarinstansi berjalan baik sehingga pelayanan kepada penumpang tetap optimal,” katanya.
Secara keseluruhan, jumlah pemudik melalui Pelabuhan Sampit tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring peningkatan fasilitas dan layanan transportasi laut.
Salah satu pemudik, Kurdi, mengaku memilih kapal laut karena pertimbangan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat.
“Saya sudah hampir 12 tahun merantau dan hampir setiap tahun mudik pakai kapal. Selain lebih murah, sekarang juga lebih nyaman,” ujarnya.
Ia juga menilai fasilitas kapal semakin baik, serta proses keberangkatan yang lebih tertata membuat penumpang tidak perlu terburu-buru saat naik ke kapal.









