SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Antusiasme masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam membeli emas perhiasan menjelang Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari ramainya aktivitas di sejumlah toko emas di Kota Sampit.

Pengelola Toko Emas Mitra Baru di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Muliana Sari, mengungkapkan tren penjualan emas saat ini melonjak drastis dibandingkan hari biasa.

“Penjualan emas meningkat cukup tajam menjelang Lebaran. Bahkan, puncaknya diperkirakan pada H-1 bisa mencapai kenaikan hingga 40 persen,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menjelaskan, harga emas saat ini masih bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan pasar global. Setelah sempat melonjak tinggi, harga emas belakangan cenderung mengalami penurunan dan mulai stabil.

Meski demikian, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga emas tahun ini tercatat jauh lebih tinggi. Kenaikannya bahkan mencapai lebih dari 60 persen. Sebagai gambaran, emas jenis 999 yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,6 juta per gram, kini telah menyentuh sekitar Rp2,55 juta per gram.

Dari sisi tren transaksi, terjadi perubahan pola di masyarakat. Jika sebelumnya komposisi pembeli dan penjual berada di angka 60 banding 40, kini berbalik menjadi sekitar 80 persen pembeli dan 20 persen penjual.

Menurut Muliana, tingginya minat beli ini dipengaruhi keinginan masyarakat, khususnya perempuan, untuk tampil lebih menarik saat merayakan Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan data pasar di Sampit per pertengahan Maret 2026, harga emas batangan juga masih berada di level tinggi. Antam tercatat sekitar Rp3.150.000 per gram, sedangkan UBS berada di kisaran Rp2.950.000 per gram.

Sementara itu, emas kadar tinggi seperti 999 atau setara 24 karat dijual sekitar Rp2.550.000 per gram. Untuk kadar menengah, emas 750 (17 karat) dipatok Rp2.200.000 per gram dan emas 700 (16 karat) sekitar Rp2.050.000 per gram.

Adapun pilihan lebih terjangkau seperti emas 375 atau setara 8 karat dijual di kisaran Rp1.180.000 per gram. Harga-harga tersebut diperkirakan masih akan bergerak mengikuti dinamika pasar emas global.

Salah seorang pembeli, Fitriani, mengaku sengaja menyisihkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli perhiasan emas.

“Selain untuk menunjang penampilan saat Lebaran, emas ini juga bisa jadi simpanan atau investasi jangka panjang,” ujarnya.