BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memasuki masa puncak dengan ribuan penumpang diberangkatkan.
Kepala PT Pelni Cabang Kumai, Andry Yudha, menyebutkan total penumpang yang diberangkatkan mencapai 2.912 orang dalam dua jadwal keberangkatan.
“Keberangkatan pertama sebanyak 1.456 penumpang menggunakan KM Leuser tujuan Semarang. Sementara keberangkatan kedua pada pukul 23.00 WIB juga sebanyak 1.456 penumpang menggunakan KM Binaiya tujuan Surabaya,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pelni menyiapkan sejumlah armada dari Pelabuhan Kumai, yakni KM Kelimutu, KM Awu, KM Lawit, dan KM Binaiya, serta tambahan kapal KM Leuser guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Berdasarkan proyeksi, rute terpadat pada musim mudik tahun ini adalah Kumai–Semarang dengan potensi 13.301 penumpang, disusul Kumai–Surabaya sebanyak 7.596 penumpang.
Andry menjelaskan, persiapan operasional telah dilakukan secara menyeluruh sejak H-15 atau 6 Maret 2026 hingga H+15 pada 6 April 2026. Seluruh armada juga telah melalui proses ramp check untuk memastikan kelaikan berlayar.
Selain itu, pihaknya turut menggelar workshop keselamatan kapal sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan mudik.
“Langkah ini dilakukan agar arus mudik berjalan aman, nyaman, dan lancar meski terjadi peningkatan jumlah penumpang,” tambahnya.
Secara nasional, data per 16 Maret 2026 menunjukkan penjualan tiket PT Pelni untuk periode mudik 6–22 Maret telah mencapai 278.530 tiket.
Sementara realisasi jumlah penumpang pada 6–15 Maret 2026 tercatat sebanyak 185.697 orang, meningkat sekitar 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 179.972 orang.
Puncak keberangkatan secara nasional terjadi pada 11 Maret 2026 dengan jumlah 25.779 penumpang, melonjak sekitar 54,9 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 16.645 penumpang.
Secara keseluruhan, Pelni menyiapkan sekitar 751.550 tiket selama periode angkutan Lebaran 2026, dengan dukungan 55 armada kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.









