BORNEONEWS, Jakarta – Sekitar 100 jamaah melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal di Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis, 19 Maret 2026.
Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat sejak pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB di lingkungan pondok pesantren setempat yang dikenal memiliki tradisi penetapan Hari Raya lebih awal.
Kapolsek Sumbergempol, Mochamad Anshori, mengatakan pihak kepolisian melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
“Jumlah jamaah sekitar 100 orang dan pelaksanaan berjalan lancar. Kami melakukan pengamanan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi gangguan,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Shalat Id lebih awal ini menjadi satu-satunya di wilayah Sumbergempol dan terpusat di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Meskipun digelar secara terbatas, rangkaian ibadah berlangsung seperti biasa. Usai shalat, jamaah saling bersalaman dan dilanjutkan dengan makan bersama dengan hidangan berkat atau nasi ambeng.
Di sisi lain, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan normal. Warga yang mengikuti penetapan 1 Syawal versi pemerintah terlihat tetap beraktivitas, termasuk melakukan ziarah kubur ke makam keluarga di sekitar kawasan tersebut.
Perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri di wilayah itu pun tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Warga tetap menjaga toleransi dan saling menghormati.
Salah seorang warga, Hasan, menyebut perbedaan tersebut sudah menjadi hal yang biasa.
“Kami ikut penetapan pemerintah saja. Yang melaksanakan lebih awal memang jamaah tertentu,” ujarnya.
Fenomena perbedaan penentuan Hari Raya di kawasan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika kehidupan beragama yang telah lama berlangsung dan diterima secara wajar oleh masyarakat setempat.
ANTARA









