JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dalam merespons meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Ia menilai situasi yang berkembang saat ini berpotensi mengganggu stabilitas antarnegara Muslim, terlebih di tengah momentum bulan suci Ramadan.

“Hari Raya Idulfitri merupakan simbol kembalinya umat ke fitrah dan seharusnya menjadi momen persatuan,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia disebutnya sangat prihatin terhadap konflik yang berdampak pada stabilitas kawasan.

Sultan juga menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat konflik agar segera menghentikan permusuhan tanpa syarat demi menjaga perdamaian.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi terkait konflik Timur Tengah yang beredar di media sosial.

Menurutnya, di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan saat ini, penyebaran informasi yang tidak akurat justru dapat memperkeruh situasi.

Ia turut mengapresiasi sikap sejumlah negara Muslim yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik.

“Saya mengapresiasi negara-negara Muslim yang tidak memperkeruh keadaan dengan tidak melakukan serangan balasan,” katanya.

Lebih lanjut, Sultan mengajak masyarakat Indonesia dan umat Muslim di seluruh dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh kedamaian.

ANTARA